Pagi itu pak Somad kembali tertunduk menghadapkan muka ke sejadah pemberian anaknya yang sedang bekerja menjadi TKW di negeri Jiran. Kalimat Istighfar, Tasbih, Tahmid, Takbir dan Tahlil terucapkan secara lirih namun mengetarkan iman di hatinya. Kakinya hampor tak terasa, karena sudah berjam-jam pak Somad mengadu kepada kepada Allah tentang hidup dan kehidupannya. Pak Somad terkenang masa-masa indah ketika masih memimpin banyak anak buah, datang paling pagi karena ingin memberi contoh yang terbaik kepada semua, pulang paling malam karena harus mengevakuasi semua pekerjaan bawahannya. Penghormatan anak buahnya terkadang menjadi semacam penyembahan. Padahal Pak Somad tidak ingin hal-hal seperti itu. Pak Somad hanyalah putra desa yang memegang kejujuran sehingga mampu menjadi orang dalam jajaran tertinggi di perusahaan negara tersebut.
Hari itu, kira-kira 2 tahun yang lalu, Cak Kadir yang selalu mengantar Pak Somad ke kantor pusat tidak hadir, Pak Somad marah sekali, walau pun dia berusaha menahannya, tetapi tetap saja keluar kalimat yang tidak semestinya. Untungnya Pak Somad langsung mengucapkan istighfar. Sang istri hanya mengelus bahu Pak Somad untuk sabar, mungkin Cak Kadir ada gangguan di jalan. Akhirnya dengan kekesalan yang cukup mengganggu konsentrasi, Pak Somad naik taksi Express. Sepanjang jalan pak Somad berusaha menghilangkan kekesalan hati dengan mengobrol dengan sopir taksi tersebut. ” Aslinya mana mas ?”, kalimat pembuka yang pasti akan dijawab jujur oleh sopir kendaraan manapun. Tanpa sadar pak Somad mengeluarkan uneg-unegnya kepada sopir tersebut mengenai Cak Kadir. Hingga kahir perjalanan, selesai pula cerita pak Somad kepada sopir taksi, orang yang baru dikenalnya tetapi telah tahu sedikit tentang sisi kehidupannya.
Kepemimpinan pak Somad memang membawa hasil yang bagus untuk keluarga, kelimpahan rizki karena jabatan beliau juga karena doa dari istri dan anak-anaknya di rumah. Harus diakui semakin kita mendapatkan rahkmat dari Allah, jabatan dan kemudahan hidup, maka akan semkain banyak pula godaan yang datang. Begitu pun dengan pak Somad. Gaji yang rutin diterima menjadi bernilai kecil ketika dia mendapatkan bonus atau pun apa namanya dari rekanan-rekanan bisnis yang selama ini selalu datang ke kantor. Mulai ada godaan untuk membuat proyek, membuat proposal dan kegiatan-kegiatan sosial atau pun pelatihan. Hampir semua ide pak Somad diterima oleh jajaran Direksi Kantor Pusat. Apalagi pak Somad mulai membagi-bagi “kue”.
Tahun berganti tahun, pak Somad dikenal Mentri dan di proyeksikan untuk menjadi direktur utama BUMN. Beberapa kali pak Mentri mengundangnya untuk bertukar pikiran. Kesibukan demi kesibukan, membuat pak Somad yakin bahwa semua hal bisa dicapai dan diraih, dengan kerja keras dan persekawanan. Koneksi harus dijaga, itu pikir pak Somad. Mulailah kesibukan menjamu tamu ini-itu, rekanan ini-itu. Dan semua itu butuh dana yang tidak sedikit. Mulanya memanga hanya sekedar makan siang di Restoran Sederhana Tebet, berlanjut ke Starbug dan seterusnya. Hanya Allah yang tahu.
Hingga suatu hari, pak Somad sadar bahwa itu semua harus ada dana tersendiri. Dana Pembinaan, semacam itulah. Maka terjadilah pembicaraan dengan bendahara untuk menyisihkan dari semua pos kepada dana tersebut. Sang Bendahara karena tahu posisi pak Somad yang sudah dikenal menteri, memberi ijin. Mulai saat itu amat berlimpagh hidup pak Somad, mudah mendapatkan uang dari mana pun, mudah meminta dari mana pun, bahkan dengan kewenangannya pak Somad mampu menggeser siapa pun orang yang tidak disukainya.
Pak Somad mulai jarang pulang ke rumah, jarang berjamaah dengan anak dan istri, jarang berkumpul dengan warga sekitarnya. Hingga akhirnya pak Somad tertangkap tangan di sebuah hotel dengan rekan-rekan bisnis sedang berpesta ria, shabu-shabu. Beberapa wanita nakal pun tertangkap. Tayangan televisi menunjukkan muka pak Somad yang masih dalam keadaan mabuk. Sang istri jatuh terjerembab melihat berita televsi pagi hari, pingsang tidak diketahui siapapun.
Hari ini pak Somad merafalkan Al Fatihah, berusaha mengerti makna dan artinya. Allah memberi perimbangan hidup seperti halnya surat Al Fatihah. Empat ayat pertama untuk Allah, berupa pujian dan sanjungan, berupa pernyataaan keyakinan akan kekuasaan Allah. Sedangkan ayat ke lima merupakan ayat pernyataan kita untuk melakukan sesuatu. Tetapi dengan kalimat “Hanya kepada Mu kami menyembah, dan hanya kepada Mu kami mohon pertolongan”.
Sembahlah Allah, setelah silakan meminta pertolongan dan itu hanya kepada Nya. Pak Somad telah membalikan ayat ini, dia begitu yakin bahwa mampu mengambil rizki seseorang karena kekuasaannya. Karena kewenangannya, karena kedekatannya dengan atasan. Padahal Allah bisa mencabut apa pun dari seseorang atau kaum, jika Allah memang berkenan.
Ditandai:Islami, pengembanag diri, resonansi
Pages
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
AQUARIUM
hamsters imoet
Popular Posts
-
Meskipun kita belum tentu tiba di usia senja, namun tetaplah harus optimis menjalani hari, misteri Sang Pencipta selalu ada, yang kemudian ...
-
Apa itu cinta, dan bagaimana definisnya dan apa keinginan cinta itu sendiri, ternyata manusia selalu menerjemahkan sesuai dengan selera dan...
-
Di Hongkong, ada grup dance yang seluruh personelnya adalah TKI (tenaga kerja Indonesia) yang merantau di negeri itu. Jadwal manggung m...
-
Allah bersumpah dengan nama apa saja yang Ia kehendaki dari segenap makhlukNya. Sedangkan makhluk, mereka tidak di bolehkan bersumpah den...
-
“Aku ingin istri yang cantik Ma, yang pintar dan bisa enak diajak diskusi, nyambung ketika bicara dan mudah dibawa masuk ke dalam acara kel...
-
Disunnatkan bagi orang yang berniat untuk melakukan perjalan jauh (safar) beristikharah terlebih dahulu kepada Allah mengenai rencana safa...
-
Istri memegang peranan yang sangat penting dalam istana keluarganya. Maka ia dituntut untuk memahami peranan tersebut lalu mengaplikasikanny...
-
BAGAIMANA SEANDAINYA CALON PENDAMPING ANDA SEORANG LESBIAN..??? Berikut cuplikan kehidupan TKW kita yang berprefesi sebagai lesbi sekaligus...
-
Begitu banyak maksiat dilakukan oleh manusia. Para wanita pamer aurat tanpa mau berusaha untuk mengenakan jilbab dan menutupnya dengan sempu...
-
Gemerlap Hong Kong Tak dapat disangkal bahwa Hong Kong menjadi impian bagi para calon buruh migran / tkw baik dari Indonesia, Philipi...
Blog Archive
-
▼
2011
(294)
-
▼
Maret
(55)
- tips patah hati
- Perceraian
- Memuliakan TKW: Belajar dari Hongkong
- Meneladani Hijrah Nabi Ibrahim AS
- Manggung Lima Kali Sebulan, Dibayar Rp 1,6 Juta Pe...
- kenapa bisa?????
- Di Balik Gemerlap Hong Kong dan Pengaruhnya pada T...
- Menyusuri DUGEM di Wan Chai Hongkong
- Di Balik Gemerlap Hong Kong dan Pengaruhnya pada T...
- etika bangun dan tidur
- etika bertetangga
- etika pengantin baru dan suami isteri
- etika bepergian
- Etika berhias dan berdandan
- etika ketika dijalanan
- zina
- Bersumpah dengan nama selain Allah.
- sahaya dan Tuhannya
- Allah pemberi rezeki
- model pengasuhan ayah
- tanda" kegagalan sex
- do'a penyelamat rmh tangga
- maksiat membuat hati berkarat
- hutang
- plangi untuk buah hatiku kelak
- ya Allah...sanggupkah aku???
- rindu
- tentang puisi
- pngemis
- sunyi
- memaknai sebuah nama
- salah menanam cinta
- bunglon
- cintamu sebatas fitrah
- sekeping masa tua
- turn to Allah
- merawat cinta di paruh baya
- surat untuk buah hatiku
- memaknai cinta
- jika dia ibumu
- jadikan dia bidadari ayah
- kemiskinan adalah ujian dari Allah
- keluarga lumpuh
- Allah mengujiku dengan 4 nyawa
- hidayah
- danau........
- kunci kemenangan
- mendambakan istri idaman
- amanah untuk seorang ibu
- rindu akan surga
- kemarahan yg tak terpuji
- Melihat sejenak kehidupan TKI di Hongkong
- Maka Nikmatilah
- Sepuluh Wasiat Untuk Para Istri
- bijaksana
-
▼
Maret
(55)
About
Diberdayakan oleh Blogger.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar