http://i55.tinypic.com/1262osp.jpg ADI AGEN RESMI :CMP-3 GREEN-NESSV-MR PRO: anak adalah rezeqi

ADI AGEN RESMI CMP

ADI AGEN RESMI CMP
Tampilkan postingan dengan label anak adalah rezeqi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak adalah rezeqi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2011

tanda" kegagalan sex

Seks sebagai tonggak kebahagiaan hidup sudah menjadi keyakinan lazim yang sulit dipungkiri. Karena berapapun banyak harta, dan betapapun tingginya pangkat dan jabatan, ketika seks hanya menjadi adegan menyeramkan atau setidaknya sangat membosankan dalam kehidupan seseorang, pilar keceriaan hidupnya pun memudar. Ada sesuatu yang hilang, dapat dirasakan sedemikian kentalnya, meski kadang sulit diungkapkan.

Jangan menganggap bahwa fenomena itu hanya peristiwa yang dialami oleh sedikit orang. Realitasnya, banyak sekali pasutri, dari kalangan non agamis, hingga yang betul-betul relijius, bahkan di kalangan relijius yang sudah tertata pola pikirnya dengan landasan Al-Quran dan al-Hadits dengan pemahaman yang benar, yang ternyata mengalami kegagalan seks dalam hidupnya. Akibat lahiriahnya sudah tampak pada kondisi biologis tubuh terutama wajah pada masing-masing pasutri yang terlihat jauh lebih tua dari seharusnya. Meski banyak yang berupaya menutup-nutupi realitas itu,- karena dianggap akan sangat memalukan-, tapi realitas itu menjadi bara dalam sekam yang menghanguskan diri sendiri.
Jangan pula mengatakan bahwa kegagalan seks dalam rumah tangga sama sekali tidak berpengaruh pada sisi kebahagiaan pasutri secara gamblang. Karena bagaimana mungkin, sisi yang menjadi faktor disyariatkannya nikah bagi pemuda, menjadi tidak memiliki pengaruh apa-apa bagi kebahagiaan hidup mereka?
Oleh sebab itu, kegagalan kehidupan seks, seringkali menimbulkan berbagai akibat yang tidak terduga dan sama sekali tidak diinginkan oleh siapapun.
Makna Kegagalan Seks
Dalam hubungan seks menurut kaca mata Islam, ada beberapa istilah yang mirip namun kadang berlainan.
Pertama, orgasme, yang mewakili puncak dari perhelatan hubungan seks, saat pasutri merasakan sebuah kenikmatan luar biasa di level puncak, lalu diakhiri dengan rasa lelah luar biasa.

Kedua,
 kepuasan seks. Biasanya, orgasme adalah media utama yang dikejar demi kepuasan seks, tapi kepuasan seks dapat dicapai tanpa orgasme, dan orgasme sendiri juga tidak selamanya berujung pada kepuasan seks. Banyak orang yang mengalami orgasme setiap berhubungan seks, tapi tak merasakan kepuasan, karena ada nuansa batin seperti sensasi, hiburan dan kenikmatan yang dia anggap belum mencapai level yang ia inginkan.

Ketiga,
 kenyamanan seks. Ini mungkin sedikit rumit, dan bukan istilah yang lazim. Namun dalam fikih Islam, ini termasuk dalam kategori qana’ah, yakni rasa puas yang hebat di dalam hati akibat gemuruh rasa syukur sehingga mengabaikan segala kekurangan yang ada. Orang yang mengalami qana’ah berarti merasakan kepuasan, tapi bukan berarti merasa puas. Karena orang yang merasa puas akan enggan menggapai pencapaian yang lebih baik. Sementara orang yang merasakan kepuasan berarti merasa senang dan nyaman dengan segala yang didapat, tapi selalu mengupayakan yang lebih baik di masa yang akan datang. Itulah pencapaian ideal dalam hubungan seks menurut Islam.
Lanjut Bacanya - tanda" kegagalan sex

Kamis, 30 Desember 2010

doa untuk yang mendapatkan karunia anak

Doa Untuk Yang Mendapat Karunia Anak

Segala puji bagi Allah shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Rasulullah keluarganya para shahabatnya dan yang selalu mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat. Amma ba’du:
Para pembaca yang dirahmati Allah Ta'aala 
Karunia anak merupakan kenikmatan yang besar dari Allah Ta’aala, sehingga kita wajib mensyukurinya diantaranya dengan berdoa dan mendoakan orang yang diberi karunia tersebut. Secara umumnya doa untuk orang yang diberi karunia anak adalah mendoakan keberkahan karena tidak ada riwayat shahih yang menjelaskan lafalnya secara baku.
Seseorang bertanya kepada Sheikh Nasir bin Sulaiman Al-Umar: Saya sering mendengar kebanyakan orang mengucapkan selamat kepada mereka yang dikaruniai anak dengan ucapan:
"بورك لك في الموهوب، وشكرت الواهب، وبلغ أشده، ورزقت بره"
(Buurika laka fil mauhub, wa syakartal Wahib, wa balagha asyuddahu, wa ruziqta birrahu).
Apakah doa seperti ini memiliki dasar atsar yang shahih? Apakah ada riwayat hadits-hadits shahih untuk doa-doa yang diucapkan dalam momen seperti ini? Mohon penjelasan Jazakallahu khairan.
Mufti: Sheikh Nasir bin Sulaiman Al-Umar.
Jawaban:
Segala puji bagi shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah. Amma ba’du:
Doa yang kalian sebutkan diatas diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri rahimahullah, namun tidak ada riwayat dari beliau dengan sanad yang shahih, bahkan jalur-jalur kepadanya sangat lemah, saya sama sekali tidak mengetahui ada riwayat yang marfu’, namun riwayat yang pasti dalam momen seperti ini adalah mendoakan dan meminta keberkahan tanpa mengkhususkan dengan lafal tertentu. 
Yang beliau maksudkan adalah riwayat dari Ali bin Al-Ja’du dalam Musnadnya (1448/3398): (telah mengkhabarkan kepadaku Al-Haitsam bin Jamaz berkata: seseorang berkata dihadapan Hasan: selamat untukmu dengan ksatria, maka Hasan berkata: siapa yang memberitahumu dia ksatria, barangkali saja dia tukang sapi atau keledai, tapi ucapkan: (Syakartal Wahib wa buurika laka fil mauhub dan balagha asyuddahu wa ruziqta birrahu).
Artinya: (Kamu bersyukur kepada Yang memberi karunia, dan mudah-mudahan karunia itu diberkahi untukmu, dan menyampaikannya kepada usia dewasa dan dijadikannya sebagai anak yang berbakti).
Demikian juga dikeluarkan oleh Ibnu Adi (Al-Kamil) (7/101), Ibnu Abi Dunya (Al-‘Iyal) (1/365/201) semuanya dari jalur Al-Haitsam bin Jamaz dan ini sanad yang lemah sekali karena Al-Haitsam bin Jamaz dilemahkan oleh para ahli hadits seperti Yahya bin Ma’in dan Ahmad bin Hanbalrahimahumallah.
Dalam Shahih Al-Bukhari dari Asma radhiallahu anhaberkata: saya mengandung Abdullah bin Zubair dan telah sempurna masa kandungannya lalu saya keluar menuju Madinah dan singgah di Quba dan melahirkannya di sana, kemudian saya membawanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan meletakkannya di pangkuannya, kemudian beliau minta diambilkan kurma lalu mengunyahnya kemudian meludah dalam mulutnya (Ibnu Zubair), jadi ketika itu yang pertama masuk ke mulutnya adalah ludah Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau mentahniknya dengan kurma dan mendoakannya dan memohon keberkahan untuknya, saat itu dia bayi pertama yang dilahirkan dalam Islam.(Shahih Al-Bukhari 12/297 no: 3619).
Dalam Shahih Al-Bukhari juga dari Abu Musa radhiallahu anhu berkata: (Saya dikaruniai seorang putra lalu membawanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau menamainya Ibrahim, dan beliau mentahniknya dengan kurma dan mendoakannya dengan keberkahan, dan menyerahkannya kepadaku, anak tersebut adalah putra sulung Abu Musa radhiallahu anhu). (Shahih Al-Bukhari 17/116 no: 5045).
Ada juga ucapan lain sebagaimana diriwayatkan dari Ayub As-Sakhtiyani oleh At-Tabrani dalam kitab “Ad-Dua” (1/294/946), dan Ibnu Abi Dunya dalam kitab Al-‘Iyal (1/366/202) dari jalurnya Hamad bin Ziyad berkata: ketika itu jika Ayub (dia Ibnu Abi Tamimah radhiallahu anhu) memberi ucapan selamat kepada seorang yang dikaruniai anak mengucapkan: 
"جعله الله مباركاً عليك وعلى أمة محمد صلى الله عليه وسلم"،
(Semoga Allah menjadikannya keberkahan untukmu dan untuk umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam
Juga telah diriwayatkan oleh At-Tabrani dalam kitab “Ad-Dua” (1/294/945)dari jalurnya As-Suri bin Yahya rahimahullahberkata: Seseorang telah dikaruniai anak lalu seorang laki-laki mengucapkan selamat untuknya dengan berkata: mudah-mudahan menjadi seorang ksatria, maka Hasan Al-Bashri berkata: siapa yang memberitahumu?, ucapkanlah: 
"جعله الله مباركاً عليك وعلى أمة محمد صلى الله عليه وسلم"،
(Semoga Allah menjadikannya keberkahan untukmu dan untuk umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) sanadnya tidak mengapa.
Catatan: Meskipun riwayat dari Hasan Al-Bashri rahimahullah sangat lemah sanadnya namun banyak ulama mengamalkannya dalam momen seperti ini, karena termasuk bab doa yang baik, namun tetap meyakini bahwa riwayat itu bukan pasti dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, termasuk Imam Nawawi dalam (Al-Azkar: 1/648) dan juga Sheikh Al-Qahthani dalam (Hisnul Muslim).
Ini karena doa merupakan ibadah sedangkan ibadah asalnya dilarang kecuali ada dalilnya sehingga bagi yang mengamalkan doa yang lain tidak boleh disalahkan karena tidak ada riwayat dengan lafal yang baku dari Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam dalam hal ini yang penting adalah mendoakan keberkahan seperti dalam riwayat Asma dan Abu Musa dalam Shahih Al-Bukhari atau doanya shahabat Ayub bin Abi Tamimah radhiallahu anhu yang mudah-mudahan riwayatnya hasan.
Wallahu A’lam
(ar/voa-islam.com)
Lanjut Bacanya - doa untuk yang mendapatkan karunia anak