http://i55.tinypic.com/1262osp.jpg ADI AGEN RESMI :CMP-3 GREEN-NESSV-MR PRO: CEMBURU

ADI AGEN RESMI CMP

ADI AGEN RESMI CMP
Tampilkan postingan dengan label CEMBURU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CEMBURU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Januari 2011

BENARKAH CEMBURU TANDA SAYANG???


Sifat cemburu ini adalah naluri manusia yang sememangnya amat sukar dibendung. Ramai yang beranggapan bahawa orang perempuan kuat cemburu. Sebenarnya dalam soal ini, samada lelaki atau wanita, sifat cemburu ini ada pada setiap manusia. Cuma kamu perlu bijak dalam mengawal perasaan cemburu. Jadi fikir-fikirkanlah yang mana baik dan yang mana buruk.
Tanda-tanda Cemburu
1. Dia menelefon beberapa kali sehari dan marah apabila kamu tiada.
2. Dia menelefon kamu semasa kamu sedang sibuk dan tetap mendesak mahu bercakap dengan kamu.
3. Dia menuduh sesuka hati bahawa kamu telah keluar dengan lelaki/wanita lain.
4. Dia selalu mengintip dan cuba mencari peluang untuk mencari kesalahan kamu.
5. Dia mengugut membunuh diri jika kamu meninggalkannya.
6. Dia hanya mahu kamu sentiasa bersamanya dan marah walaupun kamu keluar dengan kawan-kawan lelaki/wanita yang lain.
7. Dia tidak suka pergi ke majlis sosial kerana bimbang lelaki/wanita lain tertarik kepada kamu.
8. Dia menyoal seperti seorang polis ke mana kita pergi dan dengan siapa.
9. Dia bermasam muka jika kamu kerja lebih masa.
10. Dia tidak peduli dengan penjelasan kamu.
Tip Mengawal Keadaan Pasangan Yang Cemburu
1. Jika pasangan kamu mula menunjukkan rasa cemburu, jangan terbawa-bawa dengan sifatnya itu. Mungkin kamu tidak perlu menjawab setiap soalannya. Lebih baik berdiam diri saja daripada terus menyemarakkan kemarahannya.
2. Terima hakikat bahawa dia tidak berniat untuk melukai hati kamu. Mungkin ini sifat semulajadinya dan jangan ambil hati.
3. Cuba sedaya upaya kamu untuk membina keyakinan diri. Puji dia jika perlu. Minta nasihatnya dan salurkan rasa cinta kamu.
4. Jangan berfoya-foya dengan wanita/lelaki lain. Ini hanya membuatkan situasi lebih sukar. Apa yang dia perlukan adalah sokongan yang berterusan.
5. Berbincang dengan pasangan tentang perasaan cemburunya.
Atasi Sifat Cemburu
1. Hormati perasaan pasangan kamu. Dia juga mempunyai hak untuk menilai kecantikan wanita/lelaki lain.
2. Bagi diri sendiri masa untuk mengatasinya. Jika kita memang seorang yang cemburu, usah berharap kamu boleh berubah dalam masa yang singkat.
3. Tuliskan apa perasaan kamu apabila kamu merasa cemburu. Marah? Tidak tentu arah? Menangis? Geram? Rasa malu? Adakah kamu ingin meneruskan hidup kamu dengan cara ini? Jika jawapannya tidak, maka berubahlah segera.
4. Cuba fikirkan bagaimana cemburu kamu meledak. Adakah adil kamu menyisihkan si dia daripada orang lain? Bukannya sesuatu yang teruk andainya dia senyum dengan orang lain.
5. Bina keyakinan diri. Kita mungkin rasa tidak selamat jika bergantung kepada si dia. Luaskan persahabatan dengan orang lain.
Kesan Positif Cemburu
1. Mengelakkan si dia curang kepada kamu
2. Sentiasa menghormati kamu dan tidak pandang pada orang lain apabila bersama kamu.
3. Sentiasa menjaga hati kamu
4. Segala pergerakannya di bawah kawalan kamu
Kesan Negatif Cemburu
1. Si dia akan cepat bosan bersama kamu
2. Percintaan kamu hambar kerana kamu langsung tidak ada kawan lain
3. Selalu berlaku pertengkaran kerana sifat curiga yang terlampau
4. Pergerakan sentiasa diawasi seperti orang bersalah.
Lanjut Bacanya - BENARKAH CEMBURU TANDA SAYANG???

MENGATASI PASANGAN CEMBURU

Hubungan yang indah dan harmonis dalam suatu keluarga atau mungkin dalam suatu hubungan persahabatan, partner kerja bahkan dengan kekasih pun bisa sirna gara-gara bibit cemburu. Bahkan mungkin sahabat Anda atau kekasih Anda menjelek-jelekan diri Anda dihadapan orang lain.
Cemburu dapat diartikan berpindahnya rasa kasih sayang ke orang lain atau ke suatu benda yang membuat Anda merasa dinomor-duakan bahkan mungkin dianggap tak ada. Jika ada orang yang belum pernah merasakan cemburu berarti ia belum pernah merasakan arti kata 'cinta'. Ia belum pernah merasakan cinta karena ia belum pernah memperhatikan orang lain.
Alasan pasangan Anda cemburu, mungkin saja karena pengalaman masa lalu. Dimana ia kurang diperhatikan atau bahkan ditinggalkan orang-tuanya. Dan bisa juga karena ia pernah ditipu oleh mantan kekasih atau sahabat dekatnya.
Ciri-ciri orang yang cemburu, ia akan bersifat possesif, menanyakan segala hal dengan sedetail mungkin, mengkomentari banyak hal terutama hal-hal fisik dan juga kemampuan intelektual.
Jika Anda mengalami hal tersebut, tak perlu panik, berikut beberapa cara jitu menghadapi pasangan yang lagi cemburu:
1. Jangan mengkomentari setiap kekhawatirannya dengan emosi tapi Anda harus tetap tenang.
2. Berikan waktu yang lebih untuk pasangan Anda supaya ia bisa tenang pula dan dapat berpikiran secara logis.
3. Berikan jaminan kepada pasangan Anda bahwa Anda berkomitmen sungguh-sungguh.
Jika diperhatikan lebih dalam lagi maka dibelakang rasa cemburu adalah rasa takut. Coba identifikasikan rasa ketakutan pasangan Anda. Apa sebabnya kemudian diskusikan dengan pasangan Anda. Setelah di diskusikan maka akan ada dua kemungkinan kondisi yang terjadi:
1. Pasangan Anda atau Anda sendiri menyadari bahwa apa yang sedang terjadi dapat membawa dampak buruk dan berkeinginan untuk mengubahnya.
2. Salah satu dari pasangan telah menyadari namun ada 1 pihak yang tidak ingin mengubahnya. Maka Anda harus mendiskusikan bagaimana hubungan Anda selanjutnya.
Untuk menjalin hubungan sukses Anda dan pasangan harus bisa menyisihkan waktu untuk saling berbicara, mendengarkan perasaan pasangan Anda dan mengekspresikan keinginan masing-masing tanpa rasa takut.


By Lanceng nespa
Lanjut Bacanya - MENGATASI PASANGAN CEMBURU

ANTARA CEMBURU DAN ROMANTIS

Banyak orang berpendapat, kehadiran perasaan cemburu dalam diri seseorang terhadap pasangan merupakan bukti cinta kepada pasangan. Benarkah?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita simak kasus di bawah ini.

”Ibu, saya benar-benar bingung dan jengkel sekali dengan sifat suami yang sangat pencemburu. Awalnya saya merasa berbahagia karena kecemburuan suami membuat saya yakin dia sangat mencintai saya, dia takut kehilangan saya.

Saat ini, setelah sekitar dua tahun kami menikah, saya justru merasa tertekan oleh kecemburuannya yang menjadi-jadi. Saya merasa terkekang, tidak bebas bergerak, bahkan dalam bekerja pun seolah seperti dikejar-kejar waktu. Mengapa? Karena dia akan sangat marah bila saya terlambat pulang ke rumah. Padahal, seperti Ibu ketahui, kemacetan lalu lintas sering tidak terduga, belum lagi karena posisi saya di bank cukup tinggi, sering harus menghadiri rapat mendadak yang diadakan atasan.

Belum sampai saya masuk rumah, dia sudah menghadang di muka pintu dan bertanya kenapa saya terlambat. Kalau saya mengatakan alasan apa pun, tidak pernah dia terima dengan baik. Bahkan, sering pertanyaannya diikuti cacian yang tidak dapat diterima akal sehat.

Dia dengan mudah mengungkap kata-kata kotor: tidak puas ya di rumah; cari kepuasan lain ya di luar rumah; dasar pelacur; tukang bohong; dan bahkan sering diikuti makian berisi nama-nama binatang secara beruntun.

Saya benar-benar jengkel dan terkadang tidak dapat menahan emosi sehingga dia saya pukul. Apa lacur, karena dia laki-laki dengan tenaga lebih kuat, dia akan memukul balik hingga terkadang tubuh saya memar-memar. Dia baru berhenti memukuli saya kalau saya minta ampun dan berjanji tidak akan terlambat pulang dari kantor.

Saat kami pergi bersama, bila saya bertemu teman lain jenis, apakah mantan teman sekolah atau teman kantor, saya dilarang menegur lebih dulu. Dan, kalaupun menjawab tegur sapa dengan ramah, sampai di rumah saya akan mendapat interogasi dan bahkan tuduhan saya pernah menjalin asmara dengan teman lain jenis tersebut.

Kejadian itu membuat saya meragukan cemburu pertanda cinta. Kalau cinta, mengapa memaki, menghina, melecehkan, bahkan memukuli. Kalau memang dia mencintai dan tidak mau kehilangan saya, seharusnya dia memperlakukan saya dengan baik, penuh kasih dan lembut, ya Bu.

Yang lebih menyakitkan, setelah memaki dan bahkan memukuli saya, dia akan memaksa saya melayani kebutuhan seksualnya. Saya ingin sekali menggugat cerai, Bu, tetapi saya tidak berani. Apa yang harus saya lakukan, Bu?” Demikian Ny S (30) dengan nada jengkel dan kesal sambil pelupuk matanya dipenuhi air mata.

Cemburu buta

Di samping istilah dan pemahaman tentang cinta buta, demikian pula dengan cemburu buta. Artinya, orang yang dilanda cemburu buta adalah orang yang perasaan cemburunya berlebihan, bahkan ekstrem. Rasa takut kehilangan sedemikian besarnya sehingga ketakutan ini justru memicu meluapnya dorongan agresi mereka.

Luapan dorongan agresi itu diungkap baik secara verbal dalam bentuk makian, cercaan, dan lecehan maupun secara nonverbal dalam bentuk pukulan dan tamparan yang menyebabkan memar.

Biasanya, perilaku agresi baik verbal maupun nonverbal diungkap dengan maksud agar istri kapok dan tidak terlambat pulang dari kantor, misalnya.

Cara mengungkap rasa cemburu tersebut justru terkesan meragukan dasar cinta kasih yang seyogianya melandasi sikap cemburu. Muncullah ungkapan Ny S, ”Kalau memang dia mencintai, kenapa sikapnya kejam seperti itu?”

Pencemburu buta pada dasarnya memiliki karakteristik kepribadian spesifik yang membuka peluang berkembangnya tingkat kecemburuan. Karakteristik itu, antara lain, adalah kurang percaya diri, tidak yakin akan cinta kasih dan kesetiaan pasangan, serta memiliki kecenderungan posesif sehingga apa pun yang dirasakan menjadi miliknya akan dipertahankan dengan segala cara. Istri pun ditempatkan dalam posisi sebagai milik mereka pribadi. Jadi, fokus perhatian dan penghayatan istri harus ditujukan hanya kepada dirinya seorang.

Apabila pencemburu buta melihat istri menegur kawan jenis lain, apalagi sambil tersenyum, dapat dipastikan mereka akan meradang.

Permasalahan lain, sering mereka kurang berhasil secara ekonomi sehingga terpaksa melepas istri bekerja membantu ekonomi keluarga. Jika kemudian istri lebih tinggi karier dan penghasilannya, kemungkinan kekejaman perlakuan sebagai manifestasi kecemburuan bisa lebih serius, bahkan mungkin saja fatal.

Cemburu romantis berbeda dari cemburu buta. Dalam cemburu romatis unsur kasih lebih dominan daripada unsur agresif yang terkait dengan sikap posesif. Kalaupun terdapat sedikit kecurigaan terhadap pasangan, kadar ungkapan agresi sangat minim, sekadar mengingatkan komitmen pasangan akan perkawinan.

Karakter ungkapnya pun mengandung unsur kasih yang tulus dari pasangan yang memiliki kemantapan dan stabilitas emosi optimal. Biasanya kecemburuan romantis justru meningkatkan kadar kemesraan pasangan. Dengan dasar kemantapan kepribadian kedua pasangan, keyakinan akan kasih antarkedua pasangan pun mantap pula.

Lanjut Bacanya - ANTARA CEMBURU DAN ROMANTIS

MENGAPA WANITA MUDAH CEMBURU???


Rasa cemburu bisa dikatakan sebuah emosi negatif yang timbul karena rasa tidak percaya pada pasangan. Ketidakpercayaan tersebut membuat rasa tidak aman pada diri, lalu muncul rasa cemburu. Terkadang saat cemburu Anda bisa mengendalikannya, tapi kadangkala tidak.

Jika tidak bisa mengendalikannya maka bisa timbul konflik yang akan berdampak negatif pada pasangan. Agar bisa lebih mengendalikan rasa cemburu, tentunya Anda harus mengetahui hal-hal apa saja yang memicu rasa cemburu.

Tidak merasa aman

Rasa takut ditinggalkan atau ketakutan hubungan tidak akan berhasil membuat rasa tidak aman. Rasa tersebut merupakan faktor utama pemicu rasa cemburu. Bahkan hal kecil bisa membuat rasa cemburu dan memicu konflik besar. Cobalah untuk lebih bisa menerima keadaan sepahit apapun itu. Jangan menyangkal dan merasa takut jika sedang menghadapai masalah dalam hubungan. 

Posesif

Beberapa wanita memiliki sikap obsesif yang cukup besar. Gerak-gerik pasangan selalu ingin diketahui. Jika pasangan berteman dengan wanita lain Anda cepat curiga dan cemburu. Hal itu tentu saja bisa membuat pasangan merasa dibatasi.
Jika demikian, Anda malah membuat pasangan tidak nyaman dan bisa saja pergi karena sikap Anda. Sedikit demi sedikit, hilangkan sifat obsesif Anda. Jangan biarkan hal itu menguasai Anda karena bisa membuat hubungan hancur di tengah jalan.

Kurangnya komunikasi
Kurangnya komunikasi adalah salah satu pemicu rasa cemburu. Contohnya jika Anda dan pasangan jarang bertemu atau tidak saling mengetahui kegiatan masing-masing maka rasa cemburu mudah sekali timbul. Berkomunikasilah dengan lancar, saling mengetahui kegiatan masing-masing juga sangat penting.

Tidak percaya
Banyak wanita yang tidak pernah percaya dengan pasangannya dan begitu juga sebaliknya. Jika Anda tidak percaya pada pasangan bagaimana mungkin hubungan bisa berjalan lancar. Cobalah untuk mempercayai pasangan, jangan selalu mematahkan perkataannya. Hal itu bisa membuatnya terluka dan hubunganlah yang menjadi taruhannya.
COPAS IN VIVA
Lanjut Bacanya - MENGAPA WANITA MUDAH CEMBURU???

TIPS KECIL MENGATASI CEMBURU

Sejak denger kabar saya mau nikah, satu temenku yang spesial banget dan aku hormati banget dan aku sayangi banget (temen dari TK sampe sekarang, hehe), tiba-tiba ngirimin aku sebundel artikel (lewat imel tentunya). Ada dua file yang masing-masing ukurannya setengah mega, satu judulnya 'for men' dan satu lagi 'for women'. Isinya? waaaaahahahaha...., aku sempet takjub en terkaget ria. Hehe...bisa-bisanya tu orang ngumpulin artikel 'begituan' segitu buanyaknya, dari berbagai sumber yang kadang lupa dicantumkan, hehe.. Mulai dari tips pra-malam pertama hingga soal kondisi pernikahan saat uda usia senja, komplit pake telor deh!
Aku jadi pengen deh berbagi sama temen2 di sini. Tapi aku pilihin yang nggak 'saru' amat dan layak tampil tentunya. Nah, doain aja aku bisa ngupdate blog ini dari mana saja, biar setiap hari ada yang baru gitu... So, sebagai 'edisi' pertama, ini dia tips yang aku ambil dari bundelan artikel itu...
Tips Kecil Mengatasi Cemburu
Setiap orang pasti dapat merasakan detak-detak gemuruh dalam dadanya saat cemburu merasuk di seluruh urat nadinya. Bila itu yang terjadi saat Anda cemburu, ada tip kecil yang dapat Anda lakukan.

Pertama
Tarik napas dalam-dalam lalu hembuskan sekuat mungkin, lakukan ini minimal 50 kali dijamin Anda kelelahan sendiri dan lupa pada rasa cemburu.

Dua 
Minum air putih paling sedikit tiga gelas.

Tiga 
Putar musik kuat-kuat, terutama musik-musik beraliran keras, ikutlah bernyanyi.

Empat 
Berenang, merupakan cara jitu mengatasi sesak di dada akibat cemburu.

Lima
Simpan semua benda-benda yang bisa mengingatkan Anda padanya.

Enam 
Pergilah ke pantai, pandangi lautan bebas dan hiruplah udara segar sebanyak mungkin.

Tujuh 
Alihkan pikiran pada hal-hal lain yang lebi positif, seperti rencana masa depan yang menantang. Konsentrasikan terus bila selalu gagal, jangan pernah menyerah pada rasa cemburu.

Delapan
Jangan sekali-kali mencari pelarian dengan mengkonsumsi makan-makanan berlebih, karena pada akhirnya justeru akan menambah masalah baru.

Sembilan 
Temui sahabat lama, galilah nostalgia masa lalu bersamanya, usahakan kenangan yang menyenangkan saja.

Sepuluh 
Menangislah sepuas hati.

Sebelas
Berdoalah dan pasrahkan seluruh keadaan pada Yang Maha Esa, mintalah petunjuk kemana langkah yang harus ditempuh.
Lanjut Bacanya - TIPS KECIL MENGATASI CEMBURU

SAAT CEMBURU MENYAPA

Cemburu merupakan tabiat wanita. Ini juga dialami para istri Rasulullah dan shahabiyyah yang lain. Namun tentu saja, kecemburuan ini tidak serta merta membutakan hati mereka. Bagaimana dengan kita?

Cemburu tak hanya milik lelaki, tapi juga milik kaum wanita. Bahkan, wanitalah yang dominan memiliki sifat yang satu ini karena merupakan tabiatnya. Dan perasaan cemburu ini paling banyak muncul pada pasangan suami istri (Fathul Bari, 9/384).
Oleh karena itu, semestinya hal ini menjadi perhatian seorang suami. Sehingga ia tidak serampangan dalam meluruskan ‘kebengkokan’ sang istri dan dapat memaklumi tabiat wanita ini selama dalam batasan yang wajar. Apalagi pada hakikatnya, kecemburuan istri terhadap suaminya bukan merupakan hal yang tercela. Bahkan menjadi tanda adanya rasa cinta di hatinya. Tentunya selama tidak melampaui batasan syariat.
Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, asal dari sifat cemburu bukanlah hasil usaha si wanita, namun wanita memang diciptakan dengan sifat tersebut. Namun, bila cemburu itu melampaui batas dari kadar yang semestinya, maka menjadi tercela. Bila seorang wanita cemburu terhadap suaminya karena sang suami melakukan perbuatan yang diharamkan seperti berzina atau mengurangi haknya atau berbuat dzalim dengan mengutamakan madunya (yaitu istri yang lain, bila si suami memiliki lebih dari satu istri), kata Al-Hafidz, cemburu semacam ini disyariatkan (dibolehkan).
Dengan syarat, hal ini pasti dan ada bukti (tidak sekedar tuduhan dan kecurigaan). Bila cemburu itu hanya didasari sangkaan, tanpa bukti, maka tidak diperkenankan. Adapun bila si suami seorang yang adil dan telah menunaikan hak masing-masing istrinya, tapi masih tersulut juga kecemburuan maka ada udzur bagi para istri tersebut (yakni dibolehkan) bila cemburunya sebatas tabiat wanita yang tidak ada seorang pun dari mereka dapat selamat darinya. Tentu dengan catatan, ia tidak melampaui batas dengan melakukan hal-hal yang diharamkan baik berupa ucapan ataupun perbuatan. (Fathul Bari, 9/393)

Cemburu Melebihi Batas
Ada kalanya kecemburuan seorang istri terhadap suaminya sangat berlebihan. Di benaknya seolah hanya ada sifat curiga. Bahkan tak jarang ia melemparkan prasangka buruk kepada suaminya dan tidak bisa menerima kenyataan bila suaminya memiliki istri yang lain.
Yang ironis adalah bila ada istri yang mengalami hal ini kemudian tidak dapat menahan diri dari perkara yang Allah haramkan, seperti lari ke “orang pintar.” Dengan bantuan tukang tenung atau tukang sihir, ia berharap suaminya membenci madunya dan hanya mencintai dirinya. Padahal perbuatan sihir merupakan perbuatan kekufuran yang diharamkan, sebagaimana Allah nyatakan dalam firman-Nya:

“Dan mereka (orang-orang Yahudi) mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Nabi Sulaiman1 (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidaklah kafir2 akan tetapi setan-setan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedangkan keduanya tidaklah mengajarkan sesuatu kepada seorang pun sebelum keduanya mengatakan: ‘Sesungguhnya kami hanyalah cobaan bagimu, karena itu janganlah engkau berbuat kekafiran.’ Maka mereka mempelajari sihir dari keduanya yang dengannya mereka dapat memisahkan antara suami dengan istrinya. Tidaklah mereka dapat memberi mudharat kepada seorang pun dengan sihir tersebut kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepada mereka dan tidak memberi manfaat. Sungguh mereka telah mengetahui bahwa barangsiapa yang menjual agamanya (menukarnya) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat. Betapa jelek perbuatan mereka menjual diri mereka dengan sihir itu seandainya mereka mengetahui.” (Al-Baqarah: 102)
Nabi  juga bersabda:

“Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang membinasakan. Para shahabat bertanya: ‘Apa tujuh perkara itu, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: ‘(di antaranya) Syirik kepada Allah, sihir’…” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89)
Saking cemburunya, sebagian wanita bahkan ada yang sampai berangan-angan tidak dibolehkannya poligami dalam syariat ini3. Bahkan ada yang membenci syariat karena menetapkan adanya poligami. Sebagian yang lain mengharapkan kematian suaminya bila sampai menikah lagi. Yang lain tidak berangan demikian, tapi lisannya digunakan untuk mencaci maki madunya, meng-ghibah4, dan menjatuhkan kehormatannya. (Nashihati lin Nisa, Ummu Abdillah Al-Wadi‘iyyah, hal. 158-159)
Karena sifat cemburu ini pula, mayoritas wanita merasa mendapatkan musibah yang sangat besar kala suaminya menikah lagi. Semestinya bagi seorang mukminah, apapun kenyataan yang dihadapi, semuanya itu disadari sebagai ketentuan takdir Allah. Semua musibah dan kepahitan yang didapatkan di dunia itu sangat kecil dibanding keselamatan agama yang diperolehnya.

Salahkah Bila Aku Cemburu?
Mungkin sering muncul pertanyaan demikian di kalangan para wanita. Maka jawabnya dapat kita dapati dari kisah-kisah istri Nabi . Mereka pun ternyata memiliki rasa cemburu padahal mereka dipuji oleh Allah  dalam firman-Nya:
“Wahai istri-istri Nabi, kalian tidak sama dengan seorang wanita pun (yang selain kalian) jika kalian bertakwa…” (Al-Ahzab: 32)
Al-Imam Al-Qurthubi menyatakan bahwa istri-istri Nabi  tidak sama dengan wanita lain dalam hal keutamaan dan kemuliaan, namun dengan syarat adanya takwa pada diri mereka. (Al-Jami` li Ahkamil Qur’an, 14/115)
Nabi  sendiri sebagai seorang suami memaklumi rasa cemburu mereka, tidak menghukum mereka selama cemburu itu dalam batas kewajaran.
‘Aisyah xbertutur tentang cemburunya:
“Aku tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari istri Rasulullah  seperti cemburuku kepada Khadijah karena Rasulullah  banyak menyebutnya dan menyanjungnya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 5229 dan Muslim no. 2435)
‘Aisyah pernah berkata kepada Nabi  mengungkapkan rasa cemburunya kepada Khadijah:
“Seakan-akan di dunia ini tidak ada wanita kecuali Khadijah? Nabi  menjawab: ‘Khadijah itu begini dan begitu5, dan aku mendapatkan anak darinya.’” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 3818)
Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: “Sebab cemburunya ‘Aisyah karena Rasulullah  banyak menyebut Khadijah meski Khadijah telah tiada dan ‘Aisyah aman dari tersaingi oleh Khadijah. Namun karena Rasulullah sering menyebutnya, ‘Aisyah memahami betapa berartinya Khadijah bagi beliau. Karena itulah bergejolak kemarahan ‘Aisyah mengobarkan rasa cemburunya hingga mengantarkannya untuk mengatakan kepada suaminya: “Allah telah menggantikan untukmu wanita yang lebih baik darinya.” Namun Rasulullah berkata: “Allah tidak pernah menggantikan untukku wanita yang lebih baik darinya.” Bersamaan dengan itu, kita tidak mendapatkan adanya berita yang menunjukkan kemarahan Rasulullah kepada ‘Aisyah, karena ‘Aisyah mengucapkan hal tersebut didorong rasa cemburunya yang merupakan tabiat wanita.” (Fathul Bari, 9/395)
Pernah ketika Nabi  berada di rumah seorang istrinya, salah seorang ummahatul mukminin (istri beliau yang lain) mengirimkan sepiring makanan untuk beliau. Melihat hal itu, istri yang Nabi  sedang berdiam di rumahnya segera memukul tangan pelayan yang membawa makanan tersebut hingga jatuhlah piring itu dan pecah. Nabi  pun mengumpulkan pecahan piring tersebut kemudian mengumpulkan makanan yang berserakan lalu beliau letakkan di atas piring yang pecah seraya berkata: “Ibu kalian sedang cemburu.” Beliau lalu menahan pelayan tersebut hingga diberikan kepadanya ganti berupa piring yang masih utuh milik istri yang memecahkannya, sementara piring yang pecah disimpan di tempatnya. (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 5225)
Hadits ini menunjukkan wanita yang sedang cemburu tidaklah diberi hukuman atas perbuatan yang dia lakukan tatkala api cemburu berkobar. Karena dalam keadaan demikian, akalnya tertutup disebabkan kemarahan yang sangat. (Fathul Bari, 9/391, Syarah Shahih Muslim, 15/202 )
Namun, bila cemburu itu mengantarkan kepada perbuatan yang diharamkan seperti mengghibah, maka Rasulullah  tidak membiarkannya. Suatu saat ‘Aisyah berkata kepada beliau: “Wahai Rasulullah, cukup bagimu Shafiyyah, dia itu begini dan begitu.” Salah seorang rawi hadits ini mengatakan bahwa yang dimaksud ‘Aisyah adalah Shafiyyah itu pendek. Mendengar hal tersebut, Rasulullah  berkata kepada ‘Aisyah:
“Sungguh engkau telah mengucapkan satu kata, yang seandainya dicampur dengan air lautan niscaya akan dapat mencampurinya.” (HR. Abu Dawud no. 4232. Isnad hadits ini shahih dan rijalnya tsiqah, sebagaimana disebutkan dalam Bahjatun Nazhirin, 3/25)
 Juga kisah lainnya, ketika sampai berita kepada Shafiyyah bahwa Hafshah mencelanya dengan mengatakan: “Putri Yahudi”, Shafiyyah menangis. Bersamaan dengan itu Nabi  masuk menemuinya dan mendapatinya sedang menangis. Maka beliau pun bertanya: “Apa yang membuatmu menangis?” Shafiyyah menjawab: “Hafshah mencelaku dengan mengatakan aku putri Yahudi.” Nabi  berkata menghiburnya: “Sesungguhnya engkau adalah putri seorang nabi dan pamanmu adalah seorang nabi dan engkau adalah istri seorang nabi, lalu bagaimana dia membanggakan dirinya terhadapmu?” Kemudian beliau menasehati Hafshah: “Bertakwalah kepada Allah, wahai Hafshah”. (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa, hal. 43 dan selainnya).


Wallahu a’lam. 
Lanjut Bacanya - SAAT CEMBURU MENYAPA